Beberapa Kutipan Cerpen Karya Sastrawan Lama [Part.1]- “Sebuah Kenangan Di Meja Makan” Oleh Nyoman Tusthi Eddy
Beberapa
Kutipan Cerpen Karya Sastrawan Lama [Part.1]- “Sebuah Kenangan Di Meja Makan”
Oleh Nyoman Tusthi Eddy
“Sepanjang
jalan pikiranku tak menentu. Saya mencoba menghibur diri dengan mengkhayalkan
diriku seperti pahlawan seribu satu malam yang dengan gagah datang menyerahkan
seorang puteri yang hilang untuk selanjutnya menerima hadiah dan sang puteri
nikah dengan bangsawan pujaannya. Tetapi aku, ah, mengantarkan rasmina untuk
kembali ke kampung halamannya dan dinikahkan oleh orang tuanya dengan pemuda pilihan
orang tuanya juga. Dan saya hanyalah laki-laki kerdil, tolol, dan loyo, bukan
seorang pahlawan...”- (Telegram Yang Kedua, Halaman. 13 dalam buku Kenangan
Demi Kenangan, berkisah tentang pergulatan batin seorang laki laki yang
tengah mengantarkan kekasihnya ke lapangan udara Tuban sementara dirinya tahu
perempuan itu akan kawin dengan orang lain)
“Tapi
suratnya. Ah, lisa mengapa sampai begini. Ia mengatakan sangat mencintaiku.
Tapi ia sangsi kepada masa depannya karena mendengar berita bahwa orang dari
daerahku apalagi dari desa enggan menerima wanita yang bukan orang bali sebagai
isteri anak-anaknya...”- (Sebuah Kenangan Di Meja Makan, Halaman. 31
dalam buku Kenangan Demi Kenangan, berkisah tentang kegagalan cinta
lantaran pihak wanita sengaja menghindar
“War,
cintamu ditolak oleh Tini. Tapi saya pun tidak berarti apa-apa baginya seperti
persangkaaanmu. Saya hanyalah bayang-bayang seorang laki-laki di masa lampaunya
yang pernah mengisi hatinya. Seandainya Tini mencintai saya, saya tak akan
menerimanya. Bagaimanapun seseorang mencintai bayangan ia tak akan pernah
membahagiakan kenyataan hidup ini, sebab hidup ini bagi saya adalah kumpulan
kenyataan. Kita senasib war. Kalau kamu masih juga menyangsikan sikap saya,
terserahlah! Selamat berjuang untuk Tini dan saya bersumpah tidak akan
mendekati Tini lagi...”-(Bayang-bayang, halaman. 22, dalam buku Kenangan
Demi Kenangan, berkisah tentang kekegalan cinta akibat pertimbangan
rasional)
“Anaknya
yang ketiga sering menderita gangguan usus akibat makanannya tidk teratur. Apa
jadinya seorang anak yang memerlukan banyak makanan bergizi kadang-kadang hanya
makan bubur jagung saja. Akhirnya anak kebanggaannya ini meninggal amat
menyedihkan. Kejadian yang sama menimpa anaknya yang keempat yang baru saja
dikebumikan siang tadi. Tapi hal ini tidak pernah menyadarkan hati Bibi Suci.
Dicarinya sumber kemalangan ini pada orang lain yang keberulan menjadi madunya
dengan alasan-alasan megis//tak kurasakan tangga rumahku telah kunaiki. Saya
tiba di rumah dengan tak sehabis-habisnya berfikir. Akhirnya saya yakin hanya
inilah rejeki anak-anak yang dibanggakan kelahirannya, tetapi tidak disadari
untuk apa mereka dilahirkn...”- (Rejeki, halaman. 22, dalam buku Kenangan
Demi Kenangan,berkisah tentang sebuah keluarga yang banyak anak tetapi
tidak sepadan dengan penghasilan sang suami yang miskin)
Biografi
Singkat Sastrawan
Nyoman
Tusthi Eddy Sumantri lahir pada tanggal 12 Desember 1945 di Pidpid
(Karangasem). Pendidikan, sarjana muda Jurusan Bahasa dn Sastra Indonesia pada
Fakultas Keguruan Universitas Udayana Denpasar, 1969. Selain menulis cerpen
juga produktif menulis esai, kritik sastra dan puisi di bali Post, Horison,
Sinar Harapan, Suara Karya, Kompas, Prisma, dll
Buku
himpunan esainya: “Nukilan 1”, “Nukilan II”
Buku
Puisinya: “Angin Senja”, “Sajak-Sajak Minor Petualangan”, “Matahari Tergelincir
Di Atas Queen Hotel”, “Balada Malam Imlek”, “Bulan Jingga”, “Karma”, “Sajak
Daun Gugur”, dan puisi yang merupakan terjemahkan dari bahasa Inggris
“Sajak-Sajak Timur Jauh Dalam Terjemahan”. Sedangkan “Tembang I Bungan Lalang”
merupakan puisi Bali modern terjemahan
sebelumnya tulisan ini telah dimuat di website Maneka Warna https://melodikucinta.blogspot.com/2019/09/beberapa-kutipan-cerpen-karya-sastrawan.html
![Beberapa Kutipan Cerpen Karya Sastrawan Lama [Part.1]- “Sebuah Kenangan Di Meja Makan” Oleh Nyoman Tusthi Eddy Beberapa Kutipan Cerpen Karya Sastrawan Lama [Part.1]- “Sebuah Kenangan Di Meja Makan” Oleh Nyoman Tusthi Eddy](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnT0kP_w9r0_wgyTE6AW0hYvGzB-44EavqFZvNzIjBYYLVrT8F3zBS5X-L_J10R5YrG2RecUs-dnjKlsxZfhKnlAc8fOKjKWKNvJ9s_1G9eBQLsW9hs8_stu4OSY6zbY-CE0BjNqoDsBU/s400/bertekad-terus-berkarya-walau-usia-makin-sepuh-800-2017-08-21-124752_0.gif)
Comments
Post a Comment